Kamis, 21 Mei 2020

Tidak Diberi Sama Dengan Diberi

Tidak diberi sama dengan diberi. Secara matematis ini salah. Menurut orang umum prinsip ini salah.

Jika engkau paham kenapa kamu tidak diberi, tentu tidak diberi itu adalah pemberian yang lebih besar. Begitulah salah satu Kata Hikmah Ibnu Athaillah. Prinsip ini meski kurang populer, namun pengajian kitab Hikam pasti menjelaskan dan mengajak sami'innya untuk memahaminya. 

Prinsip ini senada dengan "inna maal usri yusra". Bersama dengan kesulitan, ada kemudahan. Seruwet apapun isi otakmu, tentu masih bisa engkau ungkapkan baik dengan kata atau tulisan, bahkan dengan mengerutkan wajah. 

Manusia memiliki wajah yang menakjubkan. Segala bagian tubuhnya bahkan isi hatinya dapat tergambar dari wajah. Namun,  Rasulullah Muhammad SAW. mengajarkan kita untuk tetap tersenyum. 

Banyak argumentasi yang diutarakan untuk senyum ini. Senyum itu sedekah. Tidak akan cukup hartamu yang banyak itu untuk menyenangkan semua orang, kecuali senyum. Surat 'Abasa, dan sebagainya. 

Tersenyumlah. Itu baik untuk dirimu juga lingkunganmu. Memang mudah senyum itu. Namun perlu latihan bagi yang belum terbiasa. 

Hadapi dengan senyuman. Ini adalah judul lagu Dewa 19. Sungguh musik itu punya energi yang besar. Begitu juga dengan tulisanmu.... 

6 komentar:

  1. Tersenyumlah...karena senyuman adalah ibadah...meskipun senyummu tertutup dengan masker....

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Semyumlah untuk semua orang..
    Tapi hatimu jangan...
    (Ikke Nur Jannah)

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus