Perabot keseharianNya Kanjeng Nabi Muhammad masih digadaikan. Begitulah keadaan Nabi kita ketika meninggal. Perabot yang dimaksud di sini adalah Baju Perang. Perabot ini menjadi hal mutlak diperlukan di zamannya. Terutama Panglima Perang.
Gadainya seharga gandum 30 sha'. Atau kira-kira 90 kg gabah. Sudah terbayangkan to kira-kira harganya berapa. Betapa sederhananya kehidupan Beliau.
Secara sederhana bisa dikatakan bahwa Kaneng Nabi Muhammad meninggal dalam keadaan masih punya hutang.
ما ترك رسول الله صلى الله عليه وسلم دينارا ولا درهما ولا شاة ولا بعيرا ولا أوصى بشيء
Rasulullah saw (ketika meninggal dunia) tidak meninggalkan dinar (uang emas), dirham (uang perak), kambing, onta, dan tidak berwasiat apapun.
Hidup sederhana itu penting. Perlu latihan. Sederhana bukan berarti pelit dan kikir. Namun, dermawan kepada orang lain. Tetapi kepada dirinya sendiri sederhana saja.
Latihan hidup sederhana yang paling mujarab adalah di Pondok Pesantren. Ada yang melatih dirinya hidup sederhana ketika hidup di kos. Jauh sekali kualitas orang yang hidup dari fasilitas dengan orang yang hidup dari realitas. Contoh orang pertama adalah anak manja. Contoh orang kedua adalah orang-orang yang telah sukses terkaya di dunia.
Teladannya harusnya Nabi Muhammad. Namun terkadang orang merasa jauh. Jauh waktu dan tempat.