Manusia sering terbelenggu dengan keinginan-keinginan yang terus berdatangan tanpa henti. Seringkali tak mampu mengendalikannya. Seringkali menghabiskan waktunya. Lupa dengan tujuan hidupnya.
Keinginan seringkali menyiksa. Sehingga Syaikh Abdul Qadir al Jilani mewedarkan kata hikmahnya. Dalam kitabnya, Futuhul Ghaib, "Matikan nafsu (keinginan) mu sehingga kamu hidup.
Ketika manusia mampu mematikan keinginannya, dia akan benar-benar hidup. Hidup dengan sesungguhnya. Bukan menjadi budak hawa nafsu.
Sudah saatnya manusia kembali kepada yang sejati. Kepada tujuan hidupnya. Kepada makna hidup. Bukan kepada arus derasnya kehidupan.
Di era 4.0 ini betapa gangguan, keributan, serbuan informasi menusuk-nusuk paksa. Menusuk, menyelusup di seluruh jiwa dan raga manusia. Tak banyak orang yang mampu merdeka dari serbuan informasi dan teknologi yang kadang dan sering merugikan.
Pesantren Salaf masih kukuh dengan aturan lamanya. Melarang santri pakai hp.
Bersambung....
Tambah ilmu... Menunggu kelanjutannya
BalasHapus