Bagi pribadi yang telah terbiasa menulis. Momen menulis itu menyenangkan. Sama menyenangkannya dengan ketika sedang berinteraksi dengan kekasih. Sama menyenangkannya ketika sedang berinteraksi dengan keluarga.
Menulislah sebelum Engkau mati. Waktu yang kau gunakan untuk menulis akan abadi. Abadi bersama setiap makna di balik kata-kata. Abadi bersemayam di hati pembaca. Abadi bersama deretan arwah buku yang mulia.
Menulislah. Karena menulis itu berkhayal dan memecahkan persoalan. Meski kau terlihat duduk-duduk saja. Namun, sebenarnya penulis sedang bernegosiasi dengan bermacam-macam stake holder, tokoh masyarakat, bahkan presiden dari berbagai belahan dunia. Bernegoaiasi untuk menemukan solusi terbaik.
Menulis itu belajar menjadi bijaksana, dengan cara latihan berpikir dan berimajinasi. Bayangkan jika orang tidak terlatih berpikir, pasti keputusannya sering berpadu dengan kesembronoan. Berpikir itu ciri manusia yang tak boleh ditinggalkan.
Menulis itu belajar menjadi bijaksana dengan berlatih komunikasi dan bertanggung jawab atas segala yang kita pikirkan. Tanggung jawab adalah pembelajaran berharga dalam hidup. Jika kamu sering menulis, maka semakin banyak tanggung jawab yang harus kamu selesaikan. Memikul tanggung jawab akan mendewasakan pelakunya. Menjadikannya semakin matang dalam bertindak dan bertutur.
Menulis itu merubah. Perubahan itu memang niscaya dalam kehidupan. Bahkan setiap makhluk memiliki potensi perubahan dalam dirinya. Penulis berperan menjadi agen perubahan, pendukung perubaha, pelecut perubahan, bahkan sebagai pondasi perubahan.
Menulis itu menggugah. Tulisan itu menggugah niat baik dan buruk. Tentunya, penulis yang baik bermaksud menggugah niat baik. Dalam menggugah niat ini, ada dua jenis penulis. Ada penulis yang daya gugahnya tak sampai konak. Jika demikian, maka pembaca juga tak mampu meneruskan hubungannya dengan tulisan penulis.
Jenis kedua adalah penulis yang mampu konak. Penulis seperti inilah yang disukai para pembaca. Bahkan para penggemar dan pembacanya selalu menunggu-nunggu tulisan dan episod-episod berikutnya.
Menulis itu menghubungkan dunia ide dan dunia kenyataan. Apa yang ada dalam dunia angan-angan dan ide akan segera hilang dan musnah, jika tidak ada usaha diwujudkan. Salah satu perwujudan terbaik adalah tulisan. Sebagaimana kita tahu, Kitab suci dan buku-buku yang populis telah mewarnai setiap sisi kehidupan manusia.
Menulis itu mengkritisi bagaimana sebaiknya. Tulisan itu memiliki kekuatan untuk membangun dan mengoreksi. Bak seorang penasehat raja. Ngomong begitu saja di depan sidang kerajaan. Tulisan bisa berperan seperti itu. Tanpa perlu SK menjadi penasehat.
Menulis itu mengkritisi bagaimana yang telah terjadi. Dalam hal ini, menulis mengungkap kesalahan masa lalu. Dengan kata lain, menulis adalah ajang pertobatan. Bisa juga, dalam hal ini, menulis adalah reflektif. Kesalahan masa lalu tak boleh terulang. Kreativitas penulis sangat dibutuhkan, untuk menyampaikan kesalahan sebuah kelompok atau bangsa. Tulisan harus berbentuk sedemikian rupa sehingga tidak menodai harga diri bangsa atau kelompok.
Menulis itu memberi petunjuk. Tulisan adalah salah satu media yang penting dalam memberi petunjuk. Contoh tulisan ini adalah buku-buku resep makanan, buku budi daya tanaman, buku budi daya binatang ternak atau ikan. Buku seperti ini sangat membantu masyarakat. Buku adalah alat menyampaikan pengetahuan yang lebih murah jika dibandingkan dengan pelatihan atau seminar.
Menulis itu berpikir. Menulis itu merangkai kata. Menulis itu berimajinasi. Menulis itu berbagi pengalaman. Menulis itu berangan-angan. Menulis itu berkomunikasi. Menulis itu tak hanya soal rangkaian abjad. Namun menulis itu perlu gerak, suara, aroma, warna, nafas, denyut jantung, gelora hati, gelak tawa, dan air mata!
Apakah ada tulisan yang berfungsi sebagai alat transportasi? Apa yang dibawa oleh tulisan itu? Berapa berat muatan yang dibawa oleh tulisan itu? Seberapa penting barang muatan dari tulisan itu? Apa contohnya? Apakah pernah ada buku yang berisi barang terlarang?
Ambilah contoh Orhan Pamuk. Dia dituduh dan akan diadili di pengadilan. Tulisannya mengenai pembantaian oleh negara. Tentunya tulisan yang bernilai adalah yang berdasar riset dan fakta. Tulisan Orhan Pamuk ini bentuknya novel. Bukan laporan seperti surat kabar.
Yang menjadikan Orhan Pamuk berurusan di pengadilan bukanlah buku yang ditulisnya. Namun, statement-nya yang membawa nama buruk terhadap Negara Turki. Yang mana Turki ini adalah kebangsaannya.
Apapun bentuk tulisan yang kamu buat. Tulisan adalah prasasti apik. Maka. Menulislah.[]