Minggu, 28 Juni 2020

Ilmu Pengetahuan dan Riset


James A. Perkins: "The acquisition of knowledge is the mission of research, the transmission of knowledge is the mission of teaching, and the application of knowledge is the mission of public service". Memperoleh Pengetahuan adalah misi atau tugas penelitian. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan. Pengetahuan yang benar dan pasti sesuai dengan derajat jenis pengetahuan itu. 
 
Penelitian inilah yang akan membawa maju bangsa dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Riset atau penelitian adalah proses mencari kebenaran tentang suatu fenomena atau fakta yang terjadi dengan cara terstruktur dan sistematis. Memang banyak orang yang mencari kebenaran, tapi tidak banyak yang melakukannya secara terstruktur dan sistematis. 

Pendidikan, pembelajaran atau pengajaran bertujuan untuk menyebarkan pengetahuan. Semakin hari semakin bervariasi dan rumit keadaan pendidikan. Bentuk pendidikan menyesuaikan budaya dan teknologi yang digunakan. Bisa kita lihat betapa sederhana pesantren salaf yang ada di pedesaan atau pedalaman. Meski tidak semua. 

Bentuk pembelajaran kemudian dibentuk menarik. Bukan kemudian tepatnya. Sejak dulu memang ada model pembelajaran yang menyenangkan. Institusi pendidikan menjadi lembaga harapan pencetak masa depan. Namun, seringkali bentuknya kurang menarik.

Ketika liburan tiba, sorak sorai gembira mengemuka. Seolah baru saja dikeluarkan dari penjara lembaga pendidikan. Ini adalah bukti bahwa lembaga pendidikan itu tidak menarik. 

Penerapan ilmu pengetahuan adalah misi pelayanan publik. Pelayanan publik atau melayani masyarakat memiliki tujuan yaitu menerapkan ilmu pengetahuan. Apa gunanya punya ilmu pengetahuan, jika tidak dipakai, diamalkan, atau diterapkan. Seperti kata Wiji Tukul: "Apa guna punya ilmu tinggi, kalau hanya untuk mengibuli. Apa guna banyak baca buku, kalau hanya kau bungksm melulu. Mari kita amalkan ilmu yang kita miliki. Meski sedikit.

Continue reading Ilmu Pengetahuan dan Riset

Sabtu, 27 Juni 2020

Musyawarah Lagi


Malam ini musyawarah membahas pembukaan tahun ajaran baru Madrasah Subbanul Muhtadin Bono Pakel Tulungagung. Tiga minggu sebelumnya pembukaan masih belum menemui titik temu. Musyawarah undangannya jam 19.30 tapi dimulai 20.05. 

Surat Al Fatihah sebagai pembuka. Kemudian hidiyah fatihah dan tahlil singkat.  Pertama, bagaimana kita mengawali Madrasah? Posisi Madrasah kita adalah dipakai bersama MI dan MTs di bawah Yayasan. 

Ketua Yayasan tidak diundang dalam musyawarah ini. Hasil rapatnya adalah:
1. Besok malam setelah maghrib akan diadakan musyawarah antar wakil asatidz Madin, Yayasan dan Kepala Desa di rumah Lurah. 
2. Jika hasil musyawarahnya adalah positif dibuka, maka para santri akan dibuat dua sift. Jam 2-3 untuk TPQ. Jam 3-4 Madin. 
3. Pembukaan Madin itu hal yang baik. Maka harus kita lakukan dengan cara yang baik. 
4. Musyawarah kali ini ada obrolan tentang Taufik Monyong yang sempat viral di Medsos sejak seminggu yang lalu.
5. Madin-Madin yang sudah membuka itu atas nama pribadi. Bukan atas nama Lembaga. Karena belum ada komando dari LP Maarif dan RMI. 

Continue reading Musyawarah Lagi

Jumat, 26 Juni 2020

Ayo Berdakwah di Pulau Terluar


Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia meluncurkan film dokumenter berjudul "Nusa Manggala". Film ini mengeksplorasi 8 pulau terluar. Yaitu Yiew, Buddha, Fani, Brass, Fanildo, Liki, Bepondi, dan Meossu. Pulau-pulau itu diteliti dan digali datanya. 

Bidang yang diteliti adalah ekologi, daya dukung lingkungan, sosial kemanusiaan serta geomorfologi. Kekayaan alamnya sungguh masih terjaga. Meski ada beberapa kandungan mikroplastik. 

Ironisnya, masyarakat kebanyakan menggantungkan beras bantuan pemerintah. Padahal pulau ini tak ada tanaman padi. Sebagian dari mereka, ecara turun temurun makan umbi-umbian. Nah, kalo ini ada. Tanaman pisang juga ada. 

Jika masih saja menggantungkan pada beras, maka ketahanan pangan di sini menjadi rawan. Umbi-umbian bisa menjadi makanan pokok, meski terlihat murahan. Tapi sama-sama mengandung karbohidrat. 

Waktu kecil, aku pernah melihat tayangan TVRI tentang Pulau-pulau. Sehingga, aku berangan-angan suatu saat hidup di sebuah pulau. Video LIPI tersebut menampilkan sebuah gereja dalam sebuah kegiatan masyarakat. Wahai Muslim, di mana kamu berdakwah. Selengkapnya, tonton videonya berikut ini. 

Continue reading Ayo Berdakwah di Pulau Terluar

Kamis, 25 Juni 2020

Komunis dan Covid


Komunisme adalah ideologi dalam filosofi, politik, sosial, ekonomi, yang bertujuan menciptakan masyarakat komunis. Masyarakat dengan milik bersama dalam alat produksi dan tidak ada kelas sosial dan ekonomi. Begitulah definisi di wikipedia. 

Bicara Komunis merupakan hal yang sensitif. Terutama sejak ada Tap mprs 25 tahun 66. Sampek sekarang pun masih sensitif. 

apalagi jika kita bicara hal ini di kalangan orang tua dan agamis. apalagi kita bicarakan dengan orang yang menyaksikan kejadiannya. Sungguh menggebu-gebu mereka menceritakannya. 

Luka dan darah itu janganlah mengalir kembali. Sudah cukuplah itu urusan politik. Tak perlu kita mengorbankan famili dan tetangga demi sebuah ide politik. 

Pengalaman peristiwa PKI itu cukuplah dijadikan pelajaran. Hampir saja Covid-19 menjadi komoditi politik. Covid untuk menguji kekuasaan. Menghitung jumlah pendukung. 

Sampek ada larangan ini larangan itu. Memecah belah kerukunan warga. Keanehan kebijakan pemerintah di pusat atau daerah perlu kita hadapi dengan pikiran yang waras. 
Continue reading Komunis dan Covid

Rabu, 24 Juni 2020

Elang Yang Tak Tahu Sayapnya

Kita itu seperti elang kecil yang baru ja menetas. Anggap aja namanya Siti. Tiba-tiba gempa atau angin kencang menghempas. Jatuhlah Siti di sekelompok anak ayam yang lagi mengumpul dengan induknya. 

Tiap hari Siti selalu bersama anak-anak ayam yang mencari makan bersama induk ayam. Suatu hari ia melihat sekelompok Elang terbang. Terbang dengan mengepakkan sayap. Terbang tinggi di langit. 

Terbersitlah dan terucaplah. Wow aku ingin seperti elang itu. Terbang bebas di langit yang tinggi. 

Teman-temannya menertawainya. Hahaha, kamu gaka akan bisa terbang, Siti. Jangan mimpi kamu. Kamu itu ayam. Kata-kata itu selalu memenuhi telinganya. 

Kata yang sama dengan variasi sedikit berbeda juga datang dari induk ayam. Kamu gak perlu mimpi tetbang ya,  Siti. Kamu itu ayam. 

Seluruh lingkungannya mengatakan bahwa Siti itu ayam. Musnahlah seluruh harapan terbang Siti. Lama kelamaan Siti tak bisa senang dengan kehidupannya.

Beberapa bulan kemudian, Siti mati bersama putus asanya tak bisa terbang. Padahal, Siti itu anak elang. Yang harusnya bisa terbang di langit
Continue reading Elang Yang Tak Tahu Sayapnya

Selasa, 23 Juni 2020

Juweh

Mertua adalah orang tua baru bagi seseorang yang menikah. Mereka berhak mendapatkan penghormatan. Karena telah mengikhlaskan anaknya untuk dinikahi. Anak yang selama ini mereka rawat. 

Penghormatan bukan berarti sikap hormat grak. Namun, adalah bertindak dan berucap dengan baik. Menghargai jasa mereka telah merawat anaknya selama ini. Intinya dan yang paling penting adalah tidak menyakiti hatinya. 

Kenapa kok hati? Hati adalah pusat kehidupan. Pusat kenikmatan. Sekaligus Pusat kesengsaraan dan kesedihan. 

Ketika hati tergores. Seluruh badan rasanya juga tergores. Namun, terkadang orang tua punya naluri menasehati yang muda. Pada titik ini, trrkadang yang muda salah paham. Nasehat itu ia anggap cerewet. Atau Juweh bahasa jawanya.

Setiap orang cenderung menganggap benar apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan. Ketika kecemderungan ini tidak memiliki fleksibilitas dan relaksasi, maka pertengkaranlah yang terjadi. Hubungan yang tak harmonis mengemuka. 

Kata mutiara Imam Syafii menjadi relevan ketika seperti ini. Beliau mengatakan: Kebenaran itu mungkin ada di kamu dan mungkin juga ada di aku. 
Continue reading Juweh

Senin, 22 Juni 2020

Madin Darunnajah mulai lagi


Santri Pesantren Darunnajah yang pulang telah kembali semua. Yang kembali telah melalui screening oleh pihak Puskesmas dua kali. 

25 syawal sudah kembali semuanya. Yang 80 pulang. Yang 62 sudah kembali. 47 santri sudah tergabung dalam Whatsapp. 47 ini akan datang rabu pagi. 

Langsung ditest pihak Puskesmas untuk rapid test. 62 itu yang 4 resiko. Karena luar daerah dan alergi. Dari Sambi, Ngepeh, dan Kedungwilut. Dila gang 2 rumah dari yang positif.

Yang datang langsung discreening dan rapid test. Ada wali santri yang keberatan untuk di rapid test semuanya. Mulai Rabu,  Madrasah Diniyah Darunnajah akan dibuka. 

Tempat Madrasah akan diselenggarakan di utara jalan. Kampus MA Diponegoro. Kelas 3 ibtidaiyah, saya ngajar Mabadi'ul Fiqhiyah Juz 1 dan 2 di hari Selasa. Kamis di kelas 5 ibtidaiyah, Amsilatut Tasrifiyah. 

Continue reading Madin Darunnajah mulai lagi

Minggu, 21 Juni 2020

Borobudur Kita

Salim Lee dari rumahnya Perth Australia menjadi pemateri Webinar sore tadi. Menjelaskan sejarah Candi Borobudur. Membacakan makna struktur dan reliefnya. Materi bisa anda download di bit.ly/MateriBorobudurKawedhar01

Webinar bertema "Borobudur: Kawedhar Dulu, Kini, dan Akan Datang". Begitu menarik penyampaian beliau. Dia pernah berguru langsung kepada Dalai Lama. 

Jadi, pengetahuannya begitu lengkap tentang ajaran Buddha. Pas dengan ajaran yang ada di bangunan Borobudur. Karena, dulu agama yang populer ketika candi itu di bangun adalah agama Buddha.

Pada waktu itu, Candi Borobudur adalah tempat untuk mencetak orang baik dan terdidik. Semacam sekolah tinggi atau asrama kalo sekarang. Dengan media pembelajaran diantaranya adalah relief-relief di sana.

Borobudur merupakan warisan leluhur kita. Kemudian menjadi warisan dunia. Ajarannya begitu universal. Tidak perlu kita besarkan sentimen agama kita. Kemudian tidak mau memahami warisan nenek moyang kita. Itu tidak bijak. Agama mungkin hanya sebagai sarana untuk menyampaikan ajaran.

Ada peserta bertanya: Ada relief yang berisi gambar tentang orang yang berbohong. Kemudian disiksa di neraka dengan dipotong lidahnya. Apakah neraka itu tempat atau perasaan? Temukan jawabannya di bagian akhir video lengkapnya di link berikut: https://youtu.be/HT-sELM7hqM
Continue reading Borobudur Kita

Sabtu, 20 Juni 2020

Nama atau Identitas

Hidup itu sebenarnya tak perlu identitas. Tak perlu dikenal. Tak perlu memperkenalkan diri.

Bayangkan jika identitas itu penting. Betapa banyak Kartu Tanda Pengenal yang harus dicetak. Yang penting adalah nama.

Terus apa bedanya nama dengan identitas. Ini aku juga sedang mencari jawabannya. Yang jelas nama dan identitas itu sinonim

Ada anggapan bahwa identitas itu penting. Ini karena memaknai identitas sebagai jati diri atau ciri khas. Jati diri dikaitkan dengan pengenalan diri. Bahkan ada film berjudul "Identity". Ada banyak buku yang membahas tentang "Identity". Di sini masalahnya akan terang jika saya membaca dulu. Maaf, saya belum baca buku-buku itu.

Jika demikian, maka identitas itu penting. Mengenali jati diri itu penting. Tahu diri itu penting. Ngerti aku iku sopo iku penting.

Hidup itu tak perlu punya sesuatu yang spesial. Tak perlu lebih unggul daripada yang lain. Yang penting dalam hidup adalah menjalankan tugas. Tugas yang telah diamanatkan oleh Tuhan kepada setiap makhluk-Nya.

Tugas ini adalah terjemahan dari Ibadah. Ibadah mengabdi kepada Tuhan dalam bentuk menjalankan tugas. Tugas yang kita ketahui dari para Utusan-Nya.
Continue reading Nama atau Identitas

Jumat, 19 Juni 2020

Pengantar Bidayatul Mujtahid

Hamdalah. Shalawat serta salam semoga terlimpah kepada Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya. Tujuan saya menulis kitab ini (Bidayatul Mujtahid) adalah:
1. Mengingatkanku masalah-masalah hukum yang disepakati dan yang diperdebatkan ulama, lengkap dengan dalil-dalilnya.
2. Mengingatkanku sub-sub Bab perbedaan pendapat ulama.

Kitab ini berisi dasar-dasar pengambilan keputusan para Mujtahid. Atau cara berpikir mujtahid. 
Kitab ini layak dihadirkan di tengah-tengah kita. Karena merebaknya kedangkalan pemahaman tentang Islam. Kedangkalan yang berakibat pada radikalisme. Dengan mengkaji kitab ini, kita akan tahu betapa kaya dunia intelektual ulama muslim. 

Ibnu Rusyd setelah 70 tahun wafatnya Imam Ghazali. Ibnu Rusyd adalah ahli fiqih sekaligus filsafat. Ini adalah perpaduan yang aneh dan unik sekali. 
Beliau menulis selama 30 tahun menulis tentang fiqih. Dia adalah Qadhi (Hakim Kepala) di Sevilla Spanyol. Selanjutnya menjadi Qadhi di Andalusi. Ibu kota Pemerintahan Islam waktu itu.

Ibnu Rusyd (kakeknya) adalah Qadhi juga. Jadi, Ibnu Rusyd adalah keturunan ahli fiqih. Darah biru istilahnya. Dia dikenal sebagai "The Commentator". Filsafat Yunani sampai ke Eropa melalui Sarjana Muslim.

Mazhab Ibnu Rusyd adalah Maliki. Namun, yang kita warisi dari beliau sampai sekarang adalah ilmu perbandingan mazhab. 
Continue reading Pengantar Bidayatul Mujtahid

Kamis, 18 Juni 2020

Rabu, 17 Juni 2020

Pasaran Pusaran


Pasaran Pusaran setidaknya memiki empat makna. Bisa bermakna (1) Pasar yang membawa pada kematian. Bisa bermakna (2) bermain pasar dalam pusaran. Bisa bermakna (3) Waktunya berpusar. Bisa bermakna (4) waktunya mati.

Pasaran Pusaran bisa dimaknai (5) Tempat diperjualbelikannya kekuasaan. Masih begitu lekat ingatan kita tentang harga jual kursi. Dari kursi presiden sampai lurah. Dari kursi Wakil rakyat di senayan sampai wakil rakyat di daerah. Semua ada harganya. 

Memang tidak ada harga resmi yang ditampilkan di daftar menu kursi. Namun, budaya masyarakat kita masih mengakuinya. Secara slintutan, sembunyi-sembunyi. Sok tidak tahu.

Meskipun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah terbentuk. Dan tertata rapi dari tingkat pusat sampai desa. Namun, praktik beli suara masih saja laku keras. 

Masyarakat tak melihat siapa calon pemimpinnya. Tapi melihat berapa uang yang diserahkan untuk membeli suara. Semua sistematis dan menyusup begitu saja dengan membudaya.

Makna lain dari Pasaran Pusaran adalah (6) Harga resmi kekuasaan.
(7) Kekuasaan yang kurang baik mutunya.
(8) Jangka waktu 5 hari dalam kekuasaan.
(9) Waktunya mengendalikan.
(10) Waktunya memimpin.

Ada 10 Makna. Mari kita diskusi.... (MS) 

Continue reading Pasaran Pusaran

Selasa, 16 Juni 2020

Kata Sondlot

Kata Sondlot ku dengar di masa kecilku. Tepatnya di keluargaku. Entah kenapa istilah ini tidak familiar di luar keluargaku. Mungkin aku saja yang kurang pergaulan. 

Sondlot adalah plesetan dari potelot, potlot, pensil (menurutku). Benar tidaknya ya namanya juga pendapat. Perlu riset lebih lanjut mengenai asal mula (epistemologi) istilah ini muncul.

Sondlot atau pensil adalah alat tulis. Seringkali di pagi hari sebelum atau setelah sarapan, ayahku mengajariku menulis. Aku lom masuk sekolah waktu itu. Ketika usia sekolah, aku langsung masuk kelas 1. Tanpa TK. 

Meski ayahku petani, namun Ia sangat konsen dengan bagaimana aku belajar. Tak henti-hentinya setiap sarapan beliau mengajariku pipolondo. Ping poro lan sudo. Perkalian, pembagian, penjumlahan, pengurangan. 

Meskipun aku lom masuk sekolah, aku sudah hafal perkalian sampai sampai 10*10. Menyenangkan rasanya bisa menjawab pertanyaan tentang perkalian. Setiap kotak atau lembar selalu disodorkan oleh ayahku untuk dibaca. Itulah rutinitas pagi saat sarapan. 
Continue reading Kata Sondlot

Senin, 15 Juni 2020

Sakit itu lebih baik?

Lapar itu lebih unggul daripada kenyang. Tubuh menjadi lebih kuat. Tubuh menjadi lebih ringan. Mudah mobilitasnya. Lebih produktif. 

Saya merasa lebih produktif ketika dalam keadaan lapar. Puasa tepatnya. Di bulan Ramadhan lebih tepat lagi. Ketahanan tubuh dalam belajar atau ngaji lebih optimal. 

Dalam kitab-kitab tasawuf, dalam bagian awal selalu membahasa kelebihan lapar. Diawali dengan pentingnya makanan halal. Diakhiri dengan cerita ulama-ulama tentang pengalaman laparnya. 

Berbeda jauh dengan kehidupan manusia sekarang. Hidupnya penuh dengan kelebihan makanan. Hampir saja tak pernah lapar. Ini pasti berakibat terhadap perbedaan kualitas jiwa orang (ulama) dulu dengan ulama sekarang. 

Lebih dari itu. Kata Hikmah dalam Hikam karya Ibnu Athaillah, disebutkan bahwa Tidak diberi sama dengan diberi. Dalam syarahnya dinarasikan tentang dua ulama yang bertemu. Satunya baru saja melihat buah segar dan dia menginginkannya. Satunya lagi, Ulama atau Wali yang sedang terbaring di pinggir jalan yang sedang dirubung (digrembyeng, dicokoti) lalat (pita).

Ulama Yang kedua ini tahu bahwa ulama yang ketemu dia ini baru saja melek (pengen) buah. Ini dianggap sebagai kerendahan dalam jalan sufi. Yang mana dia baru saja hatinya terpalingkan dari Allah. Berbeda dengan ulama yang kedua. Keadaannya adalah lebih baik. Sakit yang dia alami selalu mengingatkannya kepada Allah. Jadi, Ulama yang kedua lebih baik keadaannya daripada ulama yang pertama. Begitulah ukuran jalan sufi 

Continue reading Sakit itu lebih baik?

Minggu, 14 Juni 2020

Matikan keinginanmu sehingga kamu hidup


Manusia sering terbelenggu dengan keinginan-keinginan yang terus berdatangan tanpa henti. Seringkali tak mampu mengendalikannya. Seringkali menghabiskan waktunya. Lupa dengan tujuan hidupnya. 

Keinginan seringkali menyiksa. Sehingga Syaikh Abdul Qadir al Jilani mewedarkan kata hikmahnya. Dalam kitabnya, Futuhul Ghaib, "Matikan nafsu (keinginan) mu sehingga kamu hidup.

Ketika manusia mampu mematikan keinginannya, dia akan benar-benar hidup. Hidup dengan sesungguhnya. Bukan menjadi budak hawa nafsu. 

Sudah saatnya manusia kembali kepada yang sejati. Kepada tujuan hidupnya. Kepada makna hidup. Bukan kepada arus derasnya kehidupan. 

Di era 4.0 ini betapa gangguan, keributan, serbuan informasi menusuk-nusuk paksa. Menusuk, menyelusup di seluruh jiwa dan raga manusia. Tak banyak orang yang mampu merdeka dari serbuan informasi dan teknologi yang kadang dan sering merugikan.

Pesantren Salaf masih kukuh dengan aturan lamanya. Melarang santri pakai hp. 

Bersambung.... 
Continue reading Matikan keinginanmu sehingga kamu hidup

Jumat, 12 Juni 2020

Hebatnya Murid Prof. Mulyadhil


Webinar Mulyadhi's circle berlangsung dua jam. Setengah jam pertama diisi dengan memperkenalkan muridnya yang sudah 7 tahun yang lalu ditinggal. Setengah jam selanjutnya adalah pemaparan materi oleh Prof. Mulyadhi. terakhir adalah tanya jawab.

Pertama yang diperkenalkan adalah Yusuf Daud. Dia mendalami tulisan tentang tasawuf. Tulisannya membawanya keliling dunia. 

Dia sering diundang ke luar negeri. Short Course ke Amerika 2x. Keliling 7 negara bagian AS. Saya gak bisa diundang Obama Foundation, kecuali dapat ilmu dari Prof. Mulyadhi.

Buku Mengukir Kata menginspirasi Yusuf untuk menulis apa yang dirasa. Curahkan aja. Mengalir saja. 

Waktu di Roma, Yusuf bertemu dengan Dosen yang sering nulis. Tapi Pak Mul tetep the best. Pak Mul adalah satu-satunya di Indonesia yang nulis pake tangan. Dan sangat produktif. Dia sering mendampingi beliau di Majlils Ilmu. Sungguh majlisnya sangat penuh ilmu. 

Murid kedua yang diminta memperkenalkan diri adalah Dr. Naim.

Saya belum pernah kuliah tatap muka dengan Prof. Mulyadhi. Keunikan beliau dimulai dengan tulisan tangan. MLI setebal 3000 halaman itu dari tulisan tangan. Spirit berbagi ilmunya tidak pernah berhenti. Prof. Mul menekuni dan konsisten di satu bidang. Tidak berpindah.

Yang ketiga adalah Nanik Yulianti. Pertama kali berkesan sekali. S1 diajar Prof. Mulyadhi. Prof ini down to earth. Sering ditraktir bakso. Kenal pertama di i-cast Paramadina. Pak Mul selalu langganan minta surat rekomendasi untuk daftar ke Amerika, Turki, dan berhasil.

Baru aja pulang dari US. Wisuda tanggal 15 Mei kemarin. International program. Pembimbing skripsi saya. Pernah dikenalkan ma orang Turki.

Pak Mul itu ulis setiap hari. Bawa buku kemana-mana. Selalu bawa catatan. Membicarakan filsafat dengan Bahasa yang ringan banget.

Kok ada ya orang gak pernah marah, selalu senyum. Gak ada keliatan Lelah. Berilmu dan mengamalkan ilmunya.



Continue reading Hebatnya Murid Prof. Mulyadhil

Kamis, 11 Juni 2020

Bersama Rahmadiyanti Rusdi


Ketika mengedit sebuah tulisan, kita menjadi belajar lagi. Banyak hal yang menarik yang saya pelajari. Pada kesempatan Webinar ini, Rahmadiyanti Rusdi memberi penjelasan dengan media tulisan-tulisan yang pernah di-share di grup orangramai. 

Di masa sekarang, banyak orang suka tulisan-tulisan pendek. Baik itu fiksi atau non-fiksi. Pendek dalam arti efektif dan efisien. Tidak membosankan. 

Stephen King, dalam bukunya, On Writing. Sebuah tulisan itu akhirnya ada di pembaca. Bukan berhenti pada imajinasi penulis. Bukan berhenti pada tulisan penulis. 

Ide, gagasan, atau pesan yang hendak disampaikan kepada pembaca, bisa ditangkap secara tepat oleh pembaca. Sehingga penulis, sesedikit mungkin menghindari susunan kata yang terlalu panjang. Bertele-tele. Jangan sampai tulisan menguji kesabaran pembaca. Tulisan ki maksude py? Ini maksudnya apa? 

Hindari pengulangan tulisan atau makna yang gak perlu. Jangan terlalu memakaa pembaca memahami tulisanmu. Berpikirlah sebagai pembaca. Bayangkan kamu pembaca tulisan. Pastikan pembaca bisa menikmati atau bisa mengambil manfaat dari tulisanmu.

Continue reading Bersama Rahmadiyanti Rusdi

Rabu, 10 Juni 2020

Awal Tahun Pelajaran

Tulisan tangan itu harus bisa dibaca. Kalo tidak bisa, kerjaanmu tadi adalah Menggambar. Bukan menulis. Begitulah apa yang ku ucap berkali-kali kepada siswa. Ketika mereka menulis, mengisi lembar jawaban, dan mencatat. Meski menulis tangan agak dihindari oleh kebanyakan siswa. 

Aku tambah lagi dorongannya.  Menulis itu melembutkan jiwa. Mendidik jiwa. Itu saja yang bisa ku katakan. Maklum, aku masih pemula dalam penulis.

Hari ini adalah awal masuk Madrasah Riyadlotul 'Uqul (MISRIU) Pondok Pesantren Al Falah Sukoanyar. Kebetulan hari ini aku mengajar kitab "Sullamut Taufiq". Kira-kira sudah delapan tahun aku memegangnya. Masih belajar. 

Murid yang ikut ngaji bernama Irfan. Dia satu-satunya yang masuk hari ini. Satunya lagi masih ikut ujian di MAN sampai sabtu besok. Satunya lagi gak diketahui kabarnya kemana. 

K.H. abdullah Asfar Bushoir selalu mengontrol keliling kelas terhadap santri dan para ustadz. Beliau masih kukuh mengadakan pembelajaran Madrasah di pagi hari. Yaitu pukul 8.00 - 10.00 WIB. Belum pernah berubah. Mengikuti Kurikulum Pesantren induk, Al Falah Ploso Mojo Kediri. 
Continue reading Awal Tahun Pelajaran

Selasa, 09 Juni 2020

Dakwah Bil Kitabah

Prof. Dr. Mujamil Qomar, M. Ag dalam bukunya ''Pemikiran Pengembangan Pendidikan Islam'' halaman 259 mendorong Pondok Pesantren untuk berbenah. Berbenah dengan memperbaharui sistem pengajaran di Pesantren.

Dakwah billisan telah mentradisi dengan baik di masyarakat Pesantren. Tradisi ini perlu dikembangkan lagi dengan Dakwah bil kitabah. Bahasa kerennya adalah budaya literasi. Atau dakwah dengan tulisan (karangan).

Santri-santri yang senior bisa didorong untuk menulis. Tulisan yang mampu menguak khazanah-khazanah Islam di masa lalu dan sekarang. Sudah terlalu lama kita kehilangan aroma tulisan dari para santri.

Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) merupakan wadah bagi santri-santri yang mau menulis. Santri yang rajin menulis selanjutnya bisa difasilitasi lembaga tersebut. Santri yang akan memperkaya dan mempertajam ilmu yang telah dipelajari di Pesantren.

Tantangan bagi pegiat dakwah bil kitabah ini terbilang sulit. Karena ora umum (tidak umum). Setidaknya belum umum. Atau belum jamak. Selamat berjuang. (MS)

Continue reading Dakwah Bil Kitabah

Senin, 08 Juni 2020

Belajar dan Berani

Seorang pemimpin dituntut (di-taklif) untuk mau belajar dan berani bertindak. Terutama di masa krisis, seorang pemimpin dituntut untuk cepat belajar, mau mengakui kesalahan, cepat belajar dari kesalahan. Masa krisis seperti waktu Pandemi Covid sekarang.

Pemimpin yang telah memiliki pengetahuan dan analisis yang mendalam tidak akan ada gunanya jika dia tidak mau bertindak. Ilmu jika tak diamalkan bisa dikatakan gak ada manfaatnya. Pengetahuan atau ilmu itu berasal dari analisis dari berbagai data yang dikumpulkan. Semakin banyak data terkumpul semakin lengkaplah ilmu yang akan dihasilkan. Meskipun, akan membuat pusing bagi orang yang tak terbiasa menghadapi data yang melimpah.

Setiap pemimpin harus punya mind set yang kuat, namun yang lebih penting lagi adalah bagaimana menginstitusikan konsep yang dibuat oleh pimpinan sampai dengan jajaran dibawah. Karena kadangkala konsep yang bagus dan pemimpin yang berani belum tentu bisa berjalan jika sosialisasi konsep tidak terinstusialisasikan. Kata kuncinya lebih kepada continuity, adaptable dan institutialized.

Continuity itu istiqomah dan terus menerus. Adaptable itu bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan. Institutialized adalah melembagakan dan menjadikan konsep menjadi sistem yang otomatis.

Pemimpin itu sebaiknya berjejaring. Hal yang tak boleh diabaikan di masa Revolusi Industri 4.0 sekarang adalah berjejaring. Memang masih ada saja individu atau pemimpin yang sifatnya adalah One Stand Alone. Berdiri sendiri tanpa berjejaring.

Continue reading Belajar dan Berani

Minggu, 07 Juni 2020

New Normal Activism?


Aktif >< Pasif. Aktivisme >< Pasivisme. Aktivis >< Pasifis. Aktivis adalah orang yang giat bekerja untuk sebuah organisasi politik atau organisasi massa lain. Dia mengabdikan tenaga dan pikirannya, bahkan seringkali mengorbankan harta bendanya untuk mewujudkan cita-cita organisasi.

Aktivis Indonesia itu seperti Munir, Marsinah, dan seterusnya. Ada 175 orang Aktivis Indonesia yang dirangkum Wikipedia. Sejatinya lebih. Mungkin anda juga bisa memasukkan nama anda. Dan nama anda akan terpampang di Wikipedia setelah melalui beberapa proses. 

Aktivisme adalah upaya untuk mengemukakan perubahan masyarakat, kekuasaan pemerintahan, tatanan masyarakat, atau lingkungan. Aktivisme ini bisa berupa penulisan surat kepada media cetak atau elektronik, kepada politikus (pejabat politik), dan kampanye. Aktivisme tentang tatanan masyarakat bisa berupa boikot, unjuk rasa, long march atau street march, pawai jalanan, mogok kerja, mogok makan, dsb. 

Aktivis terkadang mencoba membujuk langsung orang untuk merubah perilaku mereka. Kadangkala aktivis membujuk pemerintah untuk membuat atau merubah undang-undang atau peraturan. Upaya ini dilakukan untuk menciptakan tatanan pemerintah, masyarakat atau lingkungan yang lebih baik.

Pasivisme, di sisi lain, dalam sejarah bukanlah penentang Aktivisme. Bahkan Pasivis adalah Aktivis itu sendiri. Salah satu Pasifis yang terkenal adalah Bacha Khan. Dia dikenal Frontier Gandhi. Dia adalah teman dekat Mahatma Gandhi.

Di era new normal ini, Aktivisme masih dibelenggu oleh aturan pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan. Mari kita diskusi. (MS)
Continue reading New Normal Activism?

Sabtu, 06 Juni 2020

Keputusan Berumah Tangga



Doni rumahnya timurnya pasar Bandung Tulungagung. Berangkat ke Rumah Sakit Baptis Kediri jam 5.50 pagi Nyampek baptis jam 7.10. Nyewa mobil plus sopir. Nama sopirnya adalah Rudi. Orang Kalianyar Ngunggahan Bandung Tulungagung. Dia adalah driver grab.

Namun, Doni kali ini tidak pakai aplikasi grab pesannya. Langsung sms. Kata Rudi Grab mengambil 20% dari pembayaran konsumen. 

Di masa pandemi ini, untuk ke baptis biayanya 215rb berangkat. 215rb juga untuk balik. Gak ada bus. Kalo bus patas harapan jaya 16rb. Kalo ATB (Angkutan Tarif Biasa) cuma 8rb. 

Di perjalanan, gak ada satu pun bus harapan jaya terlihat. Memang bus ini adalah favorit untuk rute Trenggalek Surabaya. Ataupun sebaliknya. Sejak aturan PSBB Surabaya tiga minggu yang lalu, Bus Harapan Jaya berhenti beroperasi. 

Sesampainya di baptis, Doni langsung menuju loket pendaftaran. Saat itu rumah sakit kayaknya baru buka. Wanita setengah baya berambut pendek. Pakai kaus warna biru donhker. Sibuk mempersiapkan dan merapikan semua perangkat di mejanya. 

Bapak sudah punya kartu? Sudah Bu. Kemarin saya daftar online. O.... 
Ok. Sebentar ya. 
Ini. Ibu itu memberikanku dua lembar kertas bukti pendaftaran. Kartu warna putih dan merah (fotokopian).

Langsung ke blok B ya Pak... Dengan nada ramah dan sopan
Iya Bu. Terimakasih.

Entah, ini sudah 8x Doni berkunjung ke Baptis. Bertemu dokter Andrologi. Andrologi adalah Cabang Ilmu kedokteran yang mengkhususkan dalam kesuburan pria. 

Doni penuh kegumcangan jiwa. Guncangan dari semua lingkungannya dia rasa. Kenapa sudah 5 tahun belum juga dikaruniai buah hati. 

Teman2nya, Famili2nya, selalu bertanya udah hamil? anaknya umur berapa? berbagai model pertanyaan menyasar doni. 

Istrinya bolak balik juga ikut terguncang. Kok lama to Mas aq gak hamil2. Sering diikuti tangisan kembik2. Seringkali stress merundung. Kadang diikuti sakit perut, keram, muntah dan kejang. 

Ketika merasa tertekan kadang Doni memisahkan diri. Gak enak denger pertanyaan atau saran tentang kehamilan. Saran itu kan baik. Tapi bagi Doni itu memojokkan. 

Doni gak punya teman curhat. Semua temannya sudah punya momongan semua. Dulu dia bangga menikah duluan. Namun sekarang orang yang baru saja menikah, sudah punya momongan. 

Perasaan Doni ini mungkin termasuk hasad, iri, dengki. Tapi tidaklah. Dengki itu kan jika diikuti dengan tindakan merusak orang yang didengkinya. 

Namun, secara hakiki ini termasuk dengki. Penyakit itu. Sadar ya sadar. Dengki secara hakiki adalah hati merasa berat jika ada orang lain mendapatkan nikmat. 

Rasa itulah yang sedang dimiliki istrinya. Mudah menepis dengki itu dari dirinya sendiri. Namun, untuk menepis dengki hakiki dari istrinya atau orang lain bukanlah hal mudah. 

Seorang suami ketika sudah di rumah, bukanlah Ustadz lagi. Dia adalah suami. Dia adalah menantu. Tambahan status untuk posisinya Doni sekarang. 

Doni merasa terpaksa untuk hidup serumah dengan mertuanya. Mertuanya sih welcome aja. Namun, menantu seperti Doni juga punya perasaan. 

Dia merasa rendah diri. Tak kerasan. Gak bisa dibanggakan. Dan seluruh perasaan gak enak lainnya. 

Hidup serumah dengan mertua memang enak. Makanan terjamin. Masakan enak. Rumah berkeramik. bersih. Bahkan, baru saja rumahnya diberi pagar tembok tinggi tambahan hiasan rumah mertuanya. 

Watak manusia adalah jika ia terlalu banyak utang jasa, maka ia merasa tidak enak. Setidaknya itulah yang dirasakan Doni. 

Perasaan ini semakin menggemparkan dirinya ketika mertuanya cerita keauksesan usahanya di masa mudanya. Di masa awal pernikahannya. 

Menantunya pun berperasaan. Dalam hatinya, aq juga ingin sukses seperti bapak ibu. Tapi kondisiku sekarang lagi tidak beruntung. Momongan lom ada. Usaha juga gak ada. 

Nangislah jadinya. Nangispun harus diempet. Hanya dia tumpahkan saat tidur. saat di kamar. Saat dia tempelkan kepalanya di bantal. Tertumpahlah lelehan air mata di bantal. 

Doni seorang yang pernah nyantri di Pondok. Dia tahu bahwa istimnak atau mansturbasi itu haram hukumnya. Namun, ia mencari sumber2 lain yang bisa membenarkan tindakan itu. 

Doni harus melakukan masturbasi untuk analisa spermanya. Entah, ini adalah ke 8 kalinya. Pertama kali dia melakukan analisa spwrma adalah di trenggalek. Dan itu hasilnya adalah Normospermatozoa. Artinya normal. 

Satu tahun setelah Analisa sperma pertama itu, ia melakukannya lagi di Laboratorium Ultramedica Tulungagung. Dan hasilnya adalah Astenozoospermia. Artinya Bentuk dan gerak sperma sebagian tidak normal. 

Gak tahu alasannya apa kok begitu hasilnya. Kabarnya stress juga bisa mengurangi kualitas sperma. Akhir2 ini memang tugas2 kuliah yang menjadi beban pikirannya. 

Analisa sperma terakhir adalah Oligoastenozoospwrmia. Artinya Jumlah, bentuk dan gerak sperma perlu diperbaiki. Kata dokternya dua hari berikutnya, dia diminta untuk datang ke baptis. 

Istrinya masih 2x tidur di rumah orang tua Doni. Ini dianggap ortu Doni menjadi alasan istrinya belum juga bisa hamil. Istrinya sih percaya bahwa dimanapun berada juga bisa hamil. Tidak harus dengan tidur di rumah ortu Doni. 

Istrinya Doni sebenarnya mau saja tidur di rumah ortu Doni. Tapi, Ibunya yang gak tega. Keadaan anaknya selalu menjadi pikirannya. Anaknya kadang mengalami kejang. Dan itu ditakuti dan dikhawatirkan Ibunya. Takut mati. Itu kata kuncinya.

Seringkali ibunya kebingungan ketika anaknya kejang. Menggosok2 badannya. punggungnya. perutnya. diblonyohi (diolesi) minyak kayu putih. Kadang freshcare. Kadang balsem geliga. 

Jika kejang. Ibunya takut kalau kejang itu membawa kematian anaknya. Dengan pertimbangan inilah Doni tidak mampu memaksa istrinya tidur di rumah orang tua Doni. 

Jadi, Doni hidup mengalir saja. Jalani hidupnya dengan mengalir. Tanpa memaksa istrinya. Tanpa memaksa orang tuanya. Tanpa memaksa mertuanya. 

Periksa dan pengobatan kesuburan pria ini ya relatif mahal bagi Doni. Doni yang gak berpenghasilan. Dia Guru sukarelawan. Guru ngaji. Gajinya seikhlasnya. setiap pemeruksaan 400rb sampai 700rb. Saldonya tinggal 1,3 jt. 

Dia gak tau ini nanti apa pertemuan dokter untuk terakhir kali. Ah, Doni Doni. Banyak orang sepertimu. Bahkan ada yang belasan tahun lom punya momongan. Ok bro, trimakasih sarannya. Saranmu menguatkan hatiku.

Saran dan saran sering dia terima. Kyainya, seniornya, teman-temannya semua ia tampung. Sebagian ia praktekkan. Sebagian tidak ia praktekkan karena tidak memungkinkan. Atau jika dipraktekkan, menimbulkan keguncangan dirumahnya. 

Memang semua pengetahuan tak semua bisa dipraktikkan. Hampir semua saran yang diterima Doni ia praktekkan. Ke Dokter. Ke Dukun. Dukun Pijat. Minum jamu. Makan ini makan itu. Terakhir Doni ke dokter. Karena itu yang disarankan dan diminta oleh mertua yang serumah dengannya. 

Keputusan diambil dengan pertimbangan orang terdekat. Karena ini soal keluarga. Kalo soal negara jangan ya. Masak keputusan negara dengan pertimbangan orang terdekat. Kacaulah negara.
Continue reading Keputusan Berumah Tangga

Jumat, 05 Juni 2020

Meta-Leadership, Bagaimana?



Meta-Leadership atau Kepemimpinan-Meta. Bandingannya adalah Micro dan Macro Leadership. Meta-Leadership bukanlah konsep yang muncul tiba-tiba. Tapi merupakan kerangka kerja (framework) yang dikembangkan setelah penelitian secara ekstensif (dengan jangkauan yang luas) dan observasi terhadap para pemimpin dalam situasi tekanan tinggi (high stress) dan pertaruhan yang tinggi (high stakes). Jadi, dalam situasi banyaknya permintaan (high demand) dan high risk (risiko tinggi).

Sejak 15 April Fakultas Kesehatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Webinar terkait Covid-19 dengan mendatangkan berbagai ahli. Semua reportasenya bisa kita baca dan tonton di https://manajemencovid.net/. Bahkan anda bisa mengikuti Webinarnya.

Berbagai model leadership pasti dikenal oleh setiap manusia. Sejak kecil, secara alami atau artificial (buatan), manusia selalu memiliki unsur kepemimpinan. Baik dirinya atau seseorang di lingkungannya punya model kepemimpinan masing-masing.

Webinar FK UGM ini membahas kemungkinan-kemungkinan Meta-Leadership untuk diterapkan dalam kepemimpinan di setiap rumah sakit di Indonesia. Memang tidak semua framework Meta-Leadership diadopsi semua. Namun, tools (alat-alat) nya bisa kita bongkar dan digunakan sesuai budaya dan lingkungan.

Dua kali seminggu atau lebih, Webinar ini diselenggarakan. Saya sebagai seorang pendidik, merasa perlu untuk memahami. Selanjutnya, ilmu yang diterima bisa diterapkan sesuai dengan budaya dan lingkungan. kehebatan Meta-Leadership ini ada tools (alat-alat) untuk mengukur berapa rate (tingkat) yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Selamat menuntut ilmu.
Continue reading Meta-Leadership, Bagaimana?

Kamis, 04 Juni 2020

Rasa Bangsa


Rasa bangsa
Tak ada yang mampu menemukan rasa, 
tanpa mengalaminya
Merasa diri sebagai bangsa Indonesia 

Rasa bangsa saat ini tercabik-cabik
Oleh tipu daya yang apik

Kita harus sadar
Di mata dunia, Founding Father kita itu orang besar
Di segala masa, konsep mereka selalu segar,
dan menggelegar

Betapa tidak
UUD 1945 pasal tiga puluh tiga
mampu melindungi seluruh warga negara

Namun, kemana saja pejabat tinggi negara
Kok tidak segera mengamalkannya

Negara kita itu kaya
Tapi rakyatnya miskin
Sumber daya alam di sini gudangnya
Tapi hutangnya kayak segara

Ini pasti salah kelola
Anak kecilpun tahu
Tentunya tidak sederhana masalahnya
Tapi kita harus cari tahu

Arab Saudi menghitung total minyaknya
Sejak awal pengeboran sampai 60 tahun ke depan
Mereka menjualnya
Ditukar dengan kekayaan dan kesejahteraan
Kekayaan itu untuk menunjang potensi besar wisatanya

Trus, 
Negara kita bagaimana
Ah, sudahlah
Kamu tidur ajanya, Nak
Udah malam
waktunya tidur
Biarkan aku melayani nafsu birahi kelompok Globalis

Aku menggerutu
Dalam hati aku berseru
Ibu.... 
Jabatanmu itu tak lama
sebentar lagi kau menjadi rondo
Anak kekayaan negaramu akan diambil saja, tanpa peduli kamu siapa
Tanpa peduli tawaran tubuh kontrak mu kemarin bagaimana

Anak rewel
Tidur sana
Aku wis kebelet
Titik titik

Suruhan Kidul, 4 Juni 2020
Continue reading Rasa Bangsa

Rabu, 03 Juni 2020

Webinar Universitas Monash


Pusat Studi GPS (Gender, Peace, and Security Centre) Universitas Monash Australia akan menggelar Webinar malam ini. Temanya adalah "COVID-19 dan Kekerasan Ekstrimisme: Perspektif Gender". Webinar akan dimulai pukul 19.00-20.30 WIB. Atau 22.00-23.30 WIB Waktu Clayton - Victoria setempat. Webinar di negara kita biasanya dimulai jam 19.30 atau 20.00 selesai pukul 22.00. Kalau di Australia masih mulai seminarnya.
Setiap dua minggu sekali, GPS mengadakan webinar. Lumayanlah bagiku ngeliat orang asing ato bule ngasih kuliah. Jika anda berkehendak mengikuti Webinar-nya atau sekedar menengok-nengok, silakan kunjungi https://www.monash.edu/arts/gender-peace-security/news-and-events

Webinar malam ini, akan dipandu oleh Dr Alexandra Phelan. Seorang Dosen Ilmu Politik dan Hubungan Internasional. Wakil Direktur (Deputy Director) GPS Monash. Bidang penelitian Dosen ini adalah Pemberontakan terhadap pemerintah dan aktivitas legitimasi.

Narasumber Webinar Gender ini ada lima. Pertama, Dr Fatima Akilu. Direktut Eksekutif Neem Foundation, Nigeria. Kedua, Professor Mia Bloom. Seorang Profesor komunikasi dan studi Timur Tengah di Universitas Negeri Georgia di Atlanta.

Narasumber ketiga adalah Dr Noor Huda Ismail. Beliau adalah orang Jawa Tengah. Dosen tamu di S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura. Narasumber keempat adalah Sanam Naraghi Anderlini MBE. Dia adalah advokat yang diakui dunia di bidang perempuan, perdamaian dan keamanan. Dia telah menulis banyak artikel dipublikasikan, termasuk tiga buku, yanng mempromosikan keterlibatan perempuan dalam pembangunan perdamaian. Narasumber kelima adalah Dr Cathrine Thorleifsson Ia meraih gelar PhD dalam bidang Antropologi dari London School of Economics and Political Science (2012).

Untuk mendaftarkan diri di Webinar malam ini, Klik link di bawah setelah tulisan "Register". Kemudian, jangan lupa untuk setting "Change Time Zone" agar waktu sesuai dengan waktu kita. Selamat menimba ilmu soko wong Asing. (MS)
Continue reading Webinar Universitas Monash

Selasa, 02 Juni 2020

Koordinasi Awal RMI Tulungagung Menyambut Awal Tahun Ajaran Baru

Setelah Hari Raya, tradisi Pondok Pesantren adalah membuka kembali Kegiatan Belajar Mengajar (Ngaji). Sehingga, RMI mengadakan koordinasi dengan para Masyayikh Pondok Pesantren. Koordinasi ini membahas mulainya ngaji setelah Syawal di masa Pandemi Covid. Ini dikarenakan ketidaksamaan antara Kemenag dan Pemerintah Kabupaten.

Dokter Kasil dalam meeting ini mengatakan bahwa kenyataannya Covid-19 ini ada. Covid ini kenyataannya menular dengan cepat. 2 Bulan saja 22 negara. Mengenai fatality rate nya ada yang besar dan ada yang kecil.

Dalam menghadapi Covid ini, ada dua mazhab. Mazhab lunak dan Mazhab kereng (keras).Mazhab lunak istilah resminya adalah Herd Immunity. Yakni, melawan Covid dengan kekebalan.

Mazhab kereng istilah resminya adalah mazhab pencegahan. Yakni, melawan Covid dengan melakukan tindakan pencegahan. Pencegahan dengan menjauhkan virus dari inangnya (manusia). Kedua mazhab ini memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing.

Koordinasi awal ini akan dilanjutkan dengan koordinasi lanjutan. Intinya, para Masyayikh tidak menghendaki adanya kambing hitam Cluster Pesantren. Pesantren yang terlanjur membuka kegiatan ngaji dimohon untuk didampingi secara baik. (MS)

Continue reading Koordinasi Awal RMI Tulungagung Menyambut Awal Tahun Ajaran Baru

Senin, 01 Juni 2020

Bermanfaat Sebelum Terlambat


Terinspirasi dari Closing Statement Bu Maulidya Ulfah (Pemateri Webinar Literasi hari ini). Kita saat ini adalah hasil panenan. Panenan dari benih-benih yang ditanam beberapa waktu yang lalu. Dan kita ini juga adalah benih-benih. Yang akan dipanen beberapa waktu mendatang. 

Masa panen akan segera tiba. Tak ada panenan yang menipu. Menanam padi akan memanen padi. Tidak yang lain. 

Waktu masih ada. Waktu adalah wadah kebermanfaatan. Jika masih ada waktu, potensi manfaat itu ada. 

Mari kita menjadi orang bermanfaat sebelum terlambat. Disadari atau tidak, dalam hidup ini kita sering terlambat. Terlambat untuk berbuat baik. Terlambat untuk berbuat lebih baik. Dan terlambat untuk melakukan yang terbaik. 

Kerugian pasti kita alami setiap hari. Semakin berkurang waktu kita hidup. Ciri orang yang tidak terlalu rugi adalah orang yang meyakini adanya kebenaran yang sejati.

Ciri kedua adalah orang yang selalu atau istiqomah berbuat baik. Kedua ciri atau kunci ini layak kita pegangi. Mas Teguh ya megangnya. Selamat bermanfaat. (MS) 

Continue reading Bermanfaat Sebelum Terlambat