Tulisan tangan itu harus bisa dibaca. Kalo tidak bisa, kerjaanmu tadi adalah Menggambar. Bukan menulis. Begitulah apa yang ku ucap berkali-kali kepada siswa. Ketika mereka menulis, mengisi lembar jawaban, dan mencatat. Meski menulis tangan agak dihindari oleh kebanyakan siswa.
Aku tambah lagi dorongannya. Menulis itu melembutkan jiwa. Mendidik jiwa. Itu saja yang bisa ku katakan. Maklum, aku masih pemula dalam penulis.
Hari ini adalah awal masuk Madrasah Riyadlotul 'Uqul (MISRIU) Pondok Pesantren Al Falah Sukoanyar. Kebetulan hari ini aku mengajar kitab "Sullamut Taufiq". Kira-kira sudah delapan tahun aku memegangnya. Masih belajar.
Murid yang ikut ngaji bernama Irfan. Dia satu-satunya yang masuk hari ini. Satunya lagi masih ikut ujian di MAN sampai sabtu besok. Satunya lagi gak diketahui kabarnya kemana.
K.H. abdullah Asfar Bushoir selalu mengontrol keliling kelas terhadap santri dan para ustadz. Beliau masih kukuh mengadakan pembelajaran Madrasah di pagi hari. Yaitu pukul 8.00 - 10.00 WIB. Belum pernah berubah. Mengikuti Kurikulum Pesantren induk, Al Falah Ploso Mojo Kediri.
0 komentar:
Posting Komentar