Senin, 02 November 2020
Minggu, 01 November 2020
Membentuk Menjadi Menumbuhkembangkan
Jumat, 30 Oktober 2020
Ibnul Qash
Kamis, 29 Oktober 2020
Mati atau Hidup
Rabu, 30 September 2020
Ngengkleng
Senin, 14 September 2020
Pijat atau Dokter
Jumat, 28 Agustus 2020
Blendrang adalah ampunan
Selasa, 18 Agustus 2020
Bicara seperlunya
Jumat, 14 Agustus 2020
Merdeka atau Lupa
Senin, 10 Agustus 2020
Psikologi Kematian
"Psikologi Kematian" tema acara Youtube Abu Marlo malam ini. Menghadirkan Prof. Komarudin Hidayat. Ada yang bertanya: "Kenapa Manusia takut mati? Padahal setelah mati, dia masuk surga." Pak Komar menjawab: Setelah kemkemat adalah seauatu yang tak diketahui (unknown).
Manusia membenci dan atau takut pada sesuatu yang tak ia ketahui. Sedangkan, dunia ini telah memanjakannya. Jadi, ia tidak mau atau takut berpisah dengan dunia.
Pertanyaan yang menarik lagi adalah: "Apa maksudnya: Jika hari kiamat datang, maka matahari terbit dari barat"? Jawabannya adalah sebagai berikut: Dulu dunia timur selalu identik sebagai sumber ilmu, sumber kebajikan, sumber kemajuan.
Sekarang, dunia barat termasuk Amerika memiliki universitas-universitas yang pasti di dalamnya ada "Islamic Studies". Banyak Profesor-profesor lahir dari sini. Banyak juga profesor luar yang mengajar di sini. Seseorang tidak bisa menjadi Profesor dalam bidang ini, kecuali telah menempuh pendidikan Islam.
Jadi, Kebenaran ada di mana-mana. Tak perlu kita persempit pandangan kita. "al ilmu dlallatul mu'min." Di manapun kita ketemu, kita bisa ambil.
Minggu, 09 Agustus 2020
Melawan Lupa Manusia
Kita pernah atau sering mendengar "Perjuangan melawan lupa". Kalimat ini berasal dari Buku berjudul "The Book of Laughter and Forgetting" (1979) karya Milan Kundera. Dia adalah Novelis Republik Ceko.
Manusia memang memiliki sifat lupa. "al insanu mahallul khata' wan nisyan. Satu sisi lupa itu adalah kenikmatan. Peristiwa buruk yang pernah terjadi akan berkurang dampaknya pada jiwa manusia dengan lupa.
Lupa juga bisa menjadi bencana. Karena lupa, kita bisa membuang banyak waktu. Hanya karena lupa meletakkan kunci. Bencana ini bisa kita kurangi dengan "Disiplin Diri" atau istiqomah. Selalu meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. Merapikan dan membersihkan lingkungan kita.
Membersihkan, merapikan dan mengindahkan lingkungan adalah bentuk konkrit perjuangan melawan lupa. Otak manusia suka mengingat yang indah, yang cantik, yang wangi, lagu yang menyenangkan. Otak juga berusaha mempertahankan memori indah tersebut.
Hari ini rumahku membuat sumur bor. Sumur biasa airnya kurang jernih (baca: tidak jernih) dan kadang menimbulkan gatal. Sehingga aku membaca buku "Dari Bulak Sumur Untuk Indonesia (Kumpulan Pemikiran Insan Universitas Gadjah Mada) ".
Sabtu, 08 Agustus 2020
Sejarawan dan Teoritisi Sosial
Sejarawan adalah ahli sejarah. Sosiolog adalah ahli teori (teoritisi) sosial. Kedua bidang ini sama-sama memperhatikan masyarakat. Apakah ada sengketa di antara mereka?
Ya. Mereka adalah tetangga yang tak selalu akur. Begitulah catatan Peter Burke dalam bukunya "History and Social Theory". Buku ini sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul "Sejarah dan Teori Sosial".
Garapan Sosiolog adalah masyarakat dengan titik fokus pada generalisasi (perampatan) struktur masyarakat dan perkembangannya. Sedangkan garalan Sejarawan adalah juga masyarakat dengan titik fokus pada perbedaan-perbedaan antarmasyarakat dan perubahannya dari waktu ke waktu.
Perubahan adalah watak dunia. Begitu juga dengan masyarakat. "al 'alamu haditsun". Alam (segala sesuatu selain Tuhan itu diciptakan). Wataknya sesuatu yang diciptakan itu berubah.
Jika kita membandingkan masyarakat satu dengan masyarakat yang lain, maka kita akan menemukan keunikan-keunikan. Setiap masyarakat selalu mengalami perubahan sedikit atau banyak. Struktur yang ada di masyarakat itu mengalami perubahan. Dan perubahan itu terstruktur.