Jumat, 14 Agustus 2020

Merdeka atau Lupa

Merdeka yang sesungguhnya adalah terbebas dari nafsu. Tidak menuruti nafsu. Tapi menuruti apa yang benar. Yang Maha Benar. Yang Haqq. Allah. Tuhan.

Sejak manusia ada di dunia, dia selalu merumuskan apa yang benar melalu piranti akal dan hatinya. Hanya dua piranti itu yang bisa ia gunakan. Yang lain hanyalah pendukung kedua piranti itu. 

Sedikitpun tak pernah manusia bergeser dari perjalanan mencari dan menelusuri jalan kebenaran. Meski sering atau jarang diselingi dengan lupa dan kealpaan.

Lupa memang biasa atau sering menghinggapi diri manusia. Andai tak ada manusia itu lupa. Pasti tak perlu ada ceramah. Gak perlu ada Majlis Taklim. 

Lembaga bimbingan, Lembaga keagamaan seringkali fungsinya adalah mengingatkan. Andai manusia tak pernah lupa tentang kematian yang akan segera atau nanti menghampirinya, niscaya akan sepi dunia. Tak ada tempat rekreasi. Tak ada tempat hiburan. 

2 komentar: