Senin, 14 September 2020

Pijat atau Dokter

Segala sesuatu memiliki kekhasan masing-masing. Tak ada yang benar-benar persis. Begitulah keajaiban. Setidaknya sesuatu yang tampak sama itu berlainan ruang dan waktu.

Hitungan satu dan dua lebih dari sekedar beda jumlah. Dua bukanlah sekedar satu yang digabung. Ada dimensi lain yang tidak hanya berbasis hitungan atau jumlah.

Sebagian kelompok meyakini kebenaran dan kehebatan metode dan informasi yang dia miliki. Kemudian ditambah dengan menganggap jelek dan tak akurat metode dan informasi yang lain. Kedokteran merasa lebih unggul daripada pengobatan yang lain.

Selanjutnya perlawanan dan pertempuran keyakinan atau ideologi ini terus berlangsung, bahkan menjadi perdebatan di atas ranjang. Tuhan sebagai juru hakim yang sesungguhnya sering dipakai sebagai pendukung nafsu amarah anak manusia. Tuhan pun digeret kesana kemari, tanpa sedikitpun dipahami dengan benar firman-Nya.

Dunia farmasi dan kedokteran masih kurang memihak ekonomi lemah. Akibatnya, masyarakat mempunyai mekanisme sendiri untuk menyelesaikan masalahnya dengan cara terjangkau. Pijat refleksi. Salah satunya ada di Desa Gesikan Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung. Selatan Balai Desa keselatan 400m. Pak Heru. 

0 komentar:

Posting Komentar