Kamis, 06 Agustus 2020

Legitimasi Simbolik dan 4 Orang

Istilah Legitimasi Simbolik sering dikaitkan dengan William R Liddle. https://doi.org/10.22146/poetika.10431
Dalam artikel ini, dapat dipahami bahwa Legitimasi simbolik pelembagaan sesuatu yang ada di masyarakat dengan sedikit modifikasi. Modifikasi yang tidak banyak ini memiliki tujuan mengikat minat dan kesukaan masyarakat pada budayanya. Padahal budaya itu tidak netral. Modifikasi ini untuk menarik masyarakat. Sesuatu yang tidak baru kan kurang menarik. 

Jadi, budaya yang berjalan -dalam hal ini mocopat- bisa diartikan ketundukan masyarakat kepada pemerintah. Meski pemerintah sedang melakukan kesalahan di sektor lain. Seperti monopoli, Korupsi, Kolusi, Nepotisme, dan lain sebagainya.

Hal ini tidak masalah. Yang penting rakyat harus sadar. Bahwa tidak ada yang netral dalam setiap tindakan. Terutama budaya. 

Ada kaidah umum. Semua manusia itu terbagi menjadi empat. Jadilah kamu pemimpin kebajikan, setidaknya jadilah pengikut kebajikan. Jangan sampai jadi nomer tiga, yaitu pengikut kejahatan. Apalagi jadi nomer empat, yakni pemimpin kejahatan.

Memikirkan setiap tindakan secara matang-matang adalah penting. Setiap tindakan memiliki akibatnya masing-masing. Setiap tindakan adalah dukungan atau penolakan. Sangat sedikit, bahkan tidak ada yang netral. Kita tahu bahwa, Segala sesuatu itu tidak ada yang sia-sia.

0 komentar:

Posting Komentar