Selasa, 23 Juni 2020

Juweh

Mertua adalah orang tua baru bagi seseorang yang menikah. Mereka berhak mendapatkan penghormatan. Karena telah mengikhlaskan anaknya untuk dinikahi. Anak yang selama ini mereka rawat. 

Penghormatan bukan berarti sikap hormat grak. Namun, adalah bertindak dan berucap dengan baik. Menghargai jasa mereka telah merawat anaknya selama ini. Intinya dan yang paling penting adalah tidak menyakiti hatinya. 

Kenapa kok hati? Hati adalah pusat kehidupan. Pusat kenikmatan. Sekaligus Pusat kesengsaraan dan kesedihan. 

Ketika hati tergores. Seluruh badan rasanya juga tergores. Namun, terkadang orang tua punya naluri menasehati yang muda. Pada titik ini, trrkadang yang muda salah paham. Nasehat itu ia anggap cerewet. Atau Juweh bahasa jawanya.

Setiap orang cenderung menganggap benar apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan. Ketika kecemderungan ini tidak memiliki fleksibilitas dan relaksasi, maka pertengkaranlah yang terjadi. Hubungan yang tak harmonis mengemuka. 

Kata mutiara Imam Syafii menjadi relevan ketika seperti ini. Beliau mengatakan: Kebenaran itu mungkin ada di kamu dan mungkin juga ada di aku. 

0 komentar:

Posting Komentar