Selasa, 02 Juni 2020

Koordinasi Awal RMI Tulungagung Menyambut Awal Tahun Ajaran Baru

Setelah Hari Raya, tradisi Pondok Pesantren adalah membuka kembali Kegiatan Belajar Mengajar (Ngaji). Sehingga, RMI mengadakan koordinasi dengan para Masyayikh Pondok Pesantren. Koordinasi ini membahas mulainya ngaji setelah Syawal di masa Pandemi Covid. Ini dikarenakan ketidaksamaan antara Kemenag dan Pemerintah Kabupaten.

Dokter Kasil dalam meeting ini mengatakan bahwa kenyataannya Covid-19 ini ada. Covid ini kenyataannya menular dengan cepat. 2 Bulan saja 22 negara. Mengenai fatality rate nya ada yang besar dan ada yang kecil.

Dalam menghadapi Covid ini, ada dua mazhab. Mazhab lunak dan Mazhab kereng (keras).Mazhab lunak istilah resminya adalah Herd Immunity. Yakni, melawan Covid dengan kekebalan.

Mazhab kereng istilah resminya adalah mazhab pencegahan. Yakni, melawan Covid dengan melakukan tindakan pencegahan. Pencegahan dengan menjauhkan virus dari inangnya (manusia). Kedua mazhab ini memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing.

Koordinasi awal ini akan dilanjutkan dengan koordinasi lanjutan. Intinya, para Masyayikh tidak menghendaki adanya kambing hitam Cluster Pesantren. Pesantren yang terlanjur membuka kegiatan ngaji dimohon untuk didampingi secara baik. (MS)

3 komentar: