Dalam webinar ini, saya mendapatkan energi listrik untuk menulis. Yang paling ditekankan beliau dalam webinar ini adalah menulis itu mudah. Mudah seperti menghela nafas.
Mudah seperti kita makan, seperti kita minum. Mudah seperti kita sedang sadar. Mudah seperti kita tak sadar. Mudah seperti kita dalam mimpi.
Lho, kan kalo kita nulis perlu baca. Perlu ada referensi. Iya sih. Itu nanti. Tak usah jauh-jauh kamu menulis.
Manusia punya limitasi. Manusia punya batas. Kita tidak bisa mendengar suara bom di Palestina. Kita tak bisa mendengar auman singa di hutan Afrika. Begitu juga, kita tidak bisa menulis apa yang jauh dari kita.
Kalaupun engkau memaksa menulis sesuatu yang jauh darimu. Itu sungguh sulit atau bahkan tidak mungkin. Jadi, mudahnya menulis adalah menulis sesuatu yang dekat dengan kita.
Dekat karena bisa kita rasakan, bisa dicium aromanya, bisa kau pandang warnanya, bisa kau cicipi rasanya. Dan yang penting adalah otakmu bisa menjangkau. Atau masuk akal bagi kadar otak kita.
Sungguh banyak ilmu yang ku dapat dari Webinar Bincang Menulis bersama Prof. Ersis. Tak banyak yang aku tampilkan di sini. Selengkapnya bisa ditonton di YouTube https://www.youtube.com/watch?v=jImNSCmSzGY

Apik Mas. Menulis itu mudah. Tulisan sampean buktinya,
BalasHapus