Webinar Mulyadhi's circle berlangsung dua jam. Setengah jam pertama diisi dengan memperkenalkan muridnya yang sudah 7 tahun yang lalu ditinggal. Setengah jam selanjutnya adalah pemaparan materi oleh Prof. Mulyadhi. terakhir adalah tanya jawab.
Pertama yang diperkenalkan adalah Yusuf Daud. Dia mendalami tulisan tentang tasawuf. Tulisannya membawanya keliling dunia.
Dia sering diundang ke luar negeri. Short Course ke Amerika 2x. Keliling 7 negara bagian AS. Saya gak bisa diundang Obama Foundation, kecuali dapat ilmu dari Prof. Mulyadhi.
Buku Mengukir Kata menginspirasi Yusuf untuk menulis apa yang dirasa. Curahkan aja. Mengalir saja.
Waktu di Roma, Yusuf bertemu dengan Dosen yang sering nulis. Tapi Pak Mul tetep the best. Pak Mul adalah satu-satunya di Indonesia yang nulis pake tangan. Dan sangat produktif. Dia sering mendampingi beliau di Majlils Ilmu. Sungguh majlisnya sangat penuh ilmu.
Murid kedua yang diminta memperkenalkan diri adalah Dr. Naim.
Saya belum pernah kuliah tatap muka dengan Prof. Mulyadhi.
Keunikan beliau dimulai dengan tulisan tangan. MLI setebal 3000 halaman itu
dari tulisan tangan. Spirit berbagi ilmunya tidak pernah berhenti. Prof. Mul
menekuni dan konsisten di satu bidang. Tidak berpindah.
Yang ketiga adalah Nanik Yulianti. Pertama kali berkesan
sekali. S1 diajar Prof. Mulyadhi. Prof ini down to earth. Sering ditraktir bakso. Kenal
pertama di i-cast Paramadina. Pak Mul selalu langganan minta surat rekomendasi untuk
daftar ke Amerika, Turki, dan berhasil.
Baru aja pulang dari US. Wisuda tanggal 15 Mei kemarin.
International program. Pembimbing skripsi saya. Pernah dikenalkan ma orang
Turki.
Pak Mul itu ulis setiap hari. Bawa buku kemana-mana. Selalu bawa
catatan. Membicarakan filsafat dengan Bahasa yang ringan banget.
Kok ada ya orang gak pernah marah, selalu senyum. Gak ada
keliatan Lelah. Berilmu dan mengamalkan ilmunya.

JOSSSS, suwun
BalasHapusSantri yg hebat lahir dr dosen yg hebat Subhaanalloh...
BalasHapusTerimakasih
HapusOrang hebat memang sering tampil beda, temannya malas nulis tangan,beliaunya malah semangat jika nulis tangan ....
BalasHapusSerasa dinyek karo Mbah Kung
Hapus