Kamis, 02 Juli 2020

Mustahil Menulis, Mustahil Tidak Menulis

Mustahilnya menulis. Mustahil kita bisa menuliskan perasaan dan pikiran dengan persis. Persis seperti yang kita pikirkan dan kita rasakan. Perasaan itu begitu dalam. Pikiran itu begitu luas. 

Mustahil tidak menulis. Mustahil kita tidak menulis. Menulis adalah bertindak dan berucap secara sistematis. Mustahil kita tidak seperti itu. Mustahil kita selalu sembrono bertindak dan berucap. 

Kalaupun kita ternyata menulis, sangat sedikit sejatinya itu. Begitu kaya apa yang kita pikir dan rasa. Tidak ada kata, tidak ada yang bisa ditulis. Perkataan seperti itu hanya karena kurang peka atau tak mau serius. 

Kalau tidak serius, mengapa kita hidup. Hidup kita ini ada misinya. Ada misi yang harus kita selesaikan. 

Serius itu bukan berarti tak tertawa. Tertawa itu adalah bentuk keseriusan kita pada objek yang kita pikir dan rasa. Tertawa di sini bukan berarti melecehkan. Tapi bermain rasa dan pikir dalam diri. Bak pemain musik yang memainkan musiknya. 

2 komentar:

  1. Ha ha saya tertawa bukan melecehkan, tp tilisan ini bisa jadi gambaran didiri saya,
    "Kalau tidak serius, mengapa kita hidup. Hidup kita ini ada misinya. Ada misi yang harus kita selesaikan."
    Maturnuwun..

    BalasHapus