Membayangkan masuknya Mata Pelajaran Metodologi Penelitian Di Pondok Pesantren Salaf. Aneh memang. Tapi kayaknya menarik.
Metodologi Penelitian merupakan alat produksi ilmu pengetahuan. Pesantren Salaf identik dengan hafalan dan adab. Meski sebenarnya, tidak sesederhana itu.
Di Pondok Pesantren, seringkali ada kewajiban menghafalkan pelajaran berpa nadzam-nadzam. Pengetahuan yang begitu padat berisi begitu mudah masuk ingatan dengan adanya nadzam. Anggap saja musikalisasi ilmu cara klasik.
Sepengetahuan saya belum ada kitab atau buku yang memuat metodologi penelitian dalam bentuk nadzoman. Kenapa nadzoman? Santri terbiasa dengan nadzoman. Ketika bertemu nadzom, maka nalurinya adalah menghafalkannya. Itu yang tertanam selama bertahun-tahun dia mengaji.
Sebagai Contoh, Nahwu saraf yang begitu panjang kali lebar, dengan asyik menggoyang kepala hanya karena bentuknya nadzam. Meski mungkin ada faktor lain, seperti bahwasanya alfiyah itu karangannya Wali Allah. Terlepas itu semua, tantangan membuat nadzam metodologi penelitian layak untuk mendapat tempat untuk diperhatikan, ditekuni, dan dilahirkan dalam karya tulis. Selamat berproduksi.
Mantap...
BalasHapusTerima kasih atas dukungannya
HapusNunggu aplikasinya mas bagus
BalasHapusKapan release Pak?
HapusSebuah terobosan pengetahuan, berbahasa Indonesia saja bait nya
BalasHapusSemoga ada yang mau menuliskannya
HapusSeringkali disebut pembelejaran yang menyenangkan...
BalasHapusHampir setiap hari kita rutin mendengarkan lagu, tapi hampir tak pernah membawanya ke dalam pembelajaran
Hapus