Minggu, 09 Agustus 2020

Melawan Lupa Manusia

 Kita pernah atau sering mendengar "Perjuangan melawan lupa". Kalimat ini berasal dari Buku berjudul "The Book of Laughter and Forgetting" (1979) karya Milan Kundera. Dia adalah Novelis Republik Ceko. 

Manusia memang memiliki sifat lupa. "al insanu mahallul khata' wan nisyan. Satu sisi lupa itu adalah kenikmatan. Peristiwa buruk yang pernah terjadi akan berkurang dampaknya pada jiwa manusia dengan lupa. 

Lupa juga bisa menjadi bencana. Karena lupa, kita bisa membuang banyak waktu. Hanya karena lupa meletakkan kunci. Bencana ini bisa kita kurangi dengan "Disiplin Diri" atau istiqomah. Selalu meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. Merapikan dan membersihkan lingkungan kita. 

Membersihkan, merapikan dan mengindahkan lingkungan adalah bentuk konkrit perjuangan melawan lupa. Otak manusia suka mengingat yang indah, yang cantik, yang wangi, lagu yang menyenangkan. Otak juga berusaha mempertahankan memori indah tersebut. 

Hari ini rumahku membuat sumur bor. Sumur biasa airnya kurang jernih (baca: tidak jernih) dan kadang menimbulkan gatal. Sehingga aku membaca buku "Dari Bulak Sumur Untuk Indonesia (Kumpulan Pemikiran Insan Universitas Gadjah Mada) ".

2 komentar: