Formula satu hari lima paragraph mungkin dosis yang tepat
bagi orang yang belum bisa menulis istiqomah sepertiku. Seperti anak kecil yang
perlu dipaksa belajar ini itu. Alhamdulillah aku dan teman-teman di grup
"Maarif Menulis" memiliki orang tua dan senior-senior yang telaten.
Okelah kali ini temanya ini saja. "Menginspirasi atau
tidak tulisanmu itu?"
Sudahlah kita tidak perlu memikirkan itu. Menulis saja itu
ibadah. Lho kok bisa? Menulis itu adalah tugas setiap anak manusia untuk
mempertanggungjawabkan apa yang ia pilih dalam hidup. Waduh, bahasamu kok gak
bisa dimengerti?
Oke oke. Begini. Menulis itu menasehati diri atau orang lain
dengan ikhlas. Lha, kalo begini gue paham. Terus, terus. Menulis itu membuatmu
bijak. Wah, kalo ini perlu penjelasan. Menulis membuatmu memiliki kecerdasan
jiwa yang terampil.
Memang sih, ada tulisan yang memiliki impact (dampak) baik dan buruk
pada seseorang. Itu sih pemikiran yang terlalu jauh. Bahkan kulit pisang pun
bisa untuk membunuh orang (membuat orang terpeleset dengan itu).
Menulislah apapun. Yakinlah ketika kamu sudah memiliki
gudang tulisan yang berlimpah. Jiwa ini akan memilih untuk menjadi seorang
pribadi yang baik. Sejahat-jahatnya orang pasti mengharapkan anaknya adalah
orang yang baik.

Istiqomah yiii... 5 pragraph bisa mengguncang dunia
BalasHapusNah, jadi tulisan kan
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMantab bapak... 6 paragraf yg berbobot. Saya suka..
BalasHapus