Di rumah mertuanya, semua dikendalikan oleh Ibu. Ini tidak cocok dengan jiwa Doni. Tapi tak apalah itu memang rumahnya. Kontrol, pengendalian, dikte (anggap aja istilahnya begitu) terjadi. Doni tak punya pilihan untuk membuat pilihan sendiri.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperbaiki menurut Doni. Dan itu tidak bisa diungkapkan langsung oleh Doni. Takut terjadi keributan atau kesalahpahaman.
Keputusan yang diambil Doni adalah menunggu istrinya mau diajak ke timur. Itu saja untum saat ini. Dan berharal semoga kondisinya membaik. Dan mertuanya lebih terbuka untuk berdialog dengan hangat.
Istri Doni lebih nempel dengan ayah atau ibunya. Hal ini membuat hati Doni tersinggung. Sebenarnya aku ini suamimu atau bukan sih.
Rukun dan mesra harusnya terjadi antara Doni dan istrinya. Tapi sementara ini tidak. Siapa sih yang tidak ingin pasangannya hangat dan mesra.
0 komentar:
Posting Komentar